Semua artikel
WebsiteTerbit Diperbarui 3 mnt baca

Berapa Biaya Bikin Website UMKM di 2026? Rincian Jujur + Cara Hitung ROI-nya

Rincian jujur biaya pembuatan website untuk UMKM di 2026 — dari template sampai custom, plus cara sederhana menghitung apakah website-mu balik modal. Panduan transparan tanpa istilah membingungkan.

Ditulis oleh Aron Dino

Pertanyaan yang paling sering aku terima: "Bikin website itu habis berapa, sih?"

Masalahnya, jawaban di internet sering kabur — ada yang bilang Rp500 ribu, ada yang bilang puluhan juta. Dua-duanya bisa benar, tergantung yang kamu beli. Jadi aku buka apa adanya di sini, supaya kamu bisa menilai sendiri.

Kenapa harga website bisa beda jauh?

Bayangkan kamu bertanya "berapa harga mobil?". Bisa Rp30 juta, bisa Rp3 miliar — karena "mobil" itu spektrum. Website juga begitu. Harga ditentukan oleh tiga hal:

  • Seberapa custom desainnya — pakai template jadi, atau dirancang khusus untuk brand-mu.
  • Seberapa kompleks fungsinya — sekadar profil, atau ada katalog, pembayaran, login, booking.
  • Siapa yang mengerjakan — bikin sendiri, freelancer, atau partner yang ikut memikirkan strategi konversimu.

Rincian kisaran biaya di 2026

Berikut gambaran umum yang aku lihat di pasar Indonesia. Anggap ini peta, bukan harga mati.

1. Bikin sendiri (Rp0 – Rp2 juta/tahun)

Pakai Wix, atau WordPress + tema murah. Cocok kalau anggaran sangat terbatas dan kamu punya waktu belajar. Kekurangannya: menyita waktu yang seharusnya untuk jualan, dan hasilnya sering terasa "template" — kurang meyakinkan untuk transaksi besar.

2. Template dikerjakan freelancer (Rp2 – Rp7 juta)

Seseorang memasang template dan mengisi kontenmu. Lebih cepat jadi. Kekurangannya: kualitas sangat bervariasi, dan biasanya tidak ada strategi konversi — website jadi sekadar "ada".

3. Website custom yang dirancang untuk konversi (Rp7 – Rp25 juta+)

Dirancang khusus: cepat, rapi di HP, SEO-ready, dan disusun untuk mengubah pengunjung jadi pelanggan. Kelebihannya: jadi aset jualan, bukan cuma brosur online.

Patokan sederhana: kalau website cuma "ada", harga murah pun terasa mahal. Kalau website menghasilkan pelanggan, harga wajar pun cepat balik modal.

Jangan lupa biaya rutin (yang sering dilupakan)

Di luar biaya pembuatan, ada dua biaya kecil tahunan yang wajar:

  • Domain (nama situs, mis. bisnismu.com): sekitar Rp150–250 ribu/tahun.
  • Hosting (tempat website "tinggal"): mulai Rp300 ribu–1,5 juta/tahun untuk UMKM.

Totalnya kecil — sering di bawah biaya kopi sebulan. Hindari hanya tergiur "paket termurah"; hosting yang lambat bikin pengunjung kabur sebelum halaman terbuka.

Harga di arondn

Supaya adil, ini harga paketku sendiri. Angkanya sama dengan yang tertulis di halaman paket, termasuk biaya tahun kedua, jadi kamu bisa langsung membandingkan total dua tahunnya dengan penawaran lain.

  • Landing Page / Personal Brand

    Bayar di awal
    Mulai Rp2 juta
    Tahun ke-2 dst.
    Rp1 juta/tahun (± Rp83 ribu/bulan)
    Total 2 tahun
    Rp3 juta (Rp2 juta + Rp1 juta)
  • Company Profile

    Bayar di awal
    Mulai Rp3 juta
    Tahun ke-2 dst.
    Rp1,5 juta/tahun (± Rp125 ribu/bulan)
    Total 2 tahun
    Rp4,5 juta (Rp3 juta + Rp1,5 juta)
  • Toko Online / Katalog

    Bayar di awal
    Mulai Rp4 juta
    Tahun ke-2 dst.
    Rp2 juta/tahun (± Rp167 ribu/bulan)
    Total 2 tahun
    Rp6 juta (Rp4 juta + Rp2 juta)
  • Web-App / Sistem Custom

    Bayar di awal
    Mulai Rp8,5 juta
    Tahun ke-2 dst.
    Mulai Rp5 juta/tahun (± Rp417 ribu/bulan), menyesuaikan besar sistem
    Total 2 tahun
    mulai Rp13,5 juta (Rp8,5 juta + Rp5 juta)

Sudah termasuk domain, hosting, dan perawatan tahun pertama.

Cara menghitung ROI website-mu (ini bagian pentingnya)

Jangan tanya "website ini mahal atau murah?". Tanya "berapa lama dia balik modal?". Rumusnya sederhana:

  1. Berapa rata-rata keuntungan dari satu pelanggan? Misalnya Rp500 ribu.
  2. Berapa biaya website-mu? Misalnya Rp10 juta.
  3. Bagi. 10.000.000 ÷ 500.000 = 20 pelanggan.

Artinya: kalau website itu mendatangkan 20 pelanggan saja seumur hidupnya, dia sudah balik modal. Sisanya keuntungan. Untuk kebanyakan bisnis, 20 pelanggan dari aset yang bekerja 24 jam selama bertahun-tahun adalah target yang sangat realistis.

Bandingkan dengan iklan: uang iklan habis begitu kampanye berhenti. Website tetap bekerja setiap hari, bertahun-tahun.

Jadi, anggaran ideal untuk UMKM berapa?

Tidak ada satu angka yang pas untuk semua bisnis. Yang lebih berguna: bandingkan total dua tahun (biaya awal + biaya tahun kedua), lalu cek apa yang sudah termasuk: domain atas nama siapa, hosting, perawatan, dan bantuan menyusun isi. Mulai dari yang kamu butuhkan sekarang; sistem custom baru masuk akal kalau pekerjaan harianmu memang sudah kewalahan.

Tapi sebelum bicara angka, pastikan dulu bisnismu memang sudah waktunya — aku bahas tandanya di artikel ini.

Kalau kamu mau perkiraan yang pas dengan kebutuhanmu (bukan harga template), cerita saja sedikit soal bisnismu lewat halaman kontak. Aku bantu hitung bareng, transparan, tanpa kewajiban lanjut.

/ Baca juga