Pertanyaan yang paling sering aku terima: "Bikin website itu habis berapa, sih?"
Masalahnya, jawaban di internet sering kabur — ada yang bilang Rp500 ribu, ada yang bilang puluhan juta. Dua-duanya bisa benar, tergantung yang kamu beli. Jadi aku buka apa adanya di sini, supaya kamu bisa menilai sendiri.
Kenapa harga website bisa beda jauh?
Bayangkan kamu bertanya "berapa harga mobil?". Bisa Rp30 juta, bisa Rp3 miliar — karena "mobil" itu spektrum. Website juga begitu. Harga ditentukan oleh tiga hal:
- Seberapa custom desainnya — pakai template jadi, atau dirancang khusus untuk brand-mu.
- Seberapa kompleks fungsinya — sekadar profil, atau ada katalog, pembayaran, login, booking.
- Siapa yang mengerjakan — bikin sendiri, freelancer, atau partner yang ikut memikirkan strategi konversimu.
Rincian kisaran biaya di 2026
Berikut gambaran umum yang aku lihat di pasar Indonesia. Anggap ini peta, bukan harga mati.
1. Bikin sendiri (Rp0 – Rp2 juta/tahun)
Pakai Wix, atau WordPress + tema murah. Cocok kalau anggaran sangat terbatas dan kamu punya waktu belajar. Kekurangannya: menyita waktu yang seharusnya untuk jualan, dan hasilnya sering terasa "template" — kurang meyakinkan untuk transaksi besar.
2. Template dikerjakan freelancer (Rp2 – Rp7 juta)
Seseorang memasang template dan mengisi kontenmu. Lebih cepat jadi. Kekurangannya: kualitas sangat bervariasi, dan biasanya tidak ada strategi konversi — website jadi sekadar "ada".
3. Website custom yang dirancang untuk konversi (Rp7 – Rp25 juta+)
Dirancang khusus: cepat, rapi di HP, SEO-ready, dan disusun untuk mengubah pengunjung jadi pelanggan. Kelebihannya: jadi aset jualan, bukan cuma brosur online.
Patokan sederhana: kalau website cuma "ada", harga murah pun terasa mahal. Kalau website menghasilkan pelanggan, harga wajar pun cepat balik modal.
Jangan lupa biaya rutin (yang sering dilupakan)
Di luar biaya pembuatan, ada dua biaya kecil tahunan yang wajar:
- Domain (nama situs, mis. bisnismu.com): sekitar Rp150–250 ribu/tahun.
- Hosting (tempat website "tinggal"): mulai Rp300 ribu–1,5 juta/tahun untuk UMKM.
Totalnya kecil — sering di bawah biaya kopi sebulan. Hindari hanya tergiur "paket termurah"; hosting yang lambat bikin pengunjung kabur sebelum halaman terbuka.
Harga di arondn
Supaya adil, ini harga paketku sendiri. Angkanya sama dengan yang tertulis di halaman paket, termasuk biaya tahun kedua, jadi kamu bisa langsung membandingkan total dua tahunnya dengan penawaran lain.